Debu Riba Di Tangan Kita

Riba termasuk dosa besar dan pelakunya dilaknat oleh Allah, riba tersebut sudah masuk keseluruh sendi kehidupan Muslim di Indoensia, sangat prihatin sebagai negara dengan mayoritas Muslim tapi banyak orang yang terjerat pinjol dan kartu kredit, tapi apakah kita yang lain tidak menggunakannya juga bebas dari jerat riba tersebut?. Dari penjelasan di buku Dinarpedia, ada yang lebih berbahaya lagi dari kartu kredit atau pinjol, sebenarnya adalah uang fiat, karena uang fiat adalah esensi dari riba itu sendiri. Selama kita menggunakan uang fiat, disitu ada riba tersembunyi yang disebut seigniorage dan Fractional Reserve Banking (FRB), ada penambahan dalam utang, yang berarti kita sedang dan terus membiayai mereka, yaitu oligarki bankir rentenir asing dan aseng. 

Dengan kata lain secara sadar dan tidak sadar, berarti kita membiayai mereka untuk menindas kita secara tidak langsung (menjajah) secara ekonomi, pemerintahan, politik, sosial, budaya, hankam dan agama, mereka merendahkan kita dalam semua transaksi kehidupan umat Islam, itulah riba. 

Para bankir rentenir mengatakan simpanlah uang kamu di bank, kenapa mereka mengatakan begitu? Kenapa kita menabung dibank? itulah yang ditanamkan kepada semua orang (tanpa kita pernah mempertanyakannya), sementara para bankir terus mencetak uang yang nilainya diciptakan dari angin.

Kembali kepada pertanyaan awal kenapa kamu menyimpan uang di bank? Sistem riba, bank dan uang fiat tidak perduli dengan demokrasi, komunis atau segala macam ideologi dan dialektika itu, karena bankir atau gerombolan satu persen inilah yang menjalankan dunia atau suatu negara hari ini, mereka para bankir rentenir global asing dan aseng tidak perduli apakah kamu komunis, sosialis, kiri dan kanan, NU, Muhammadiyah, ulama, ustadh, sultan, habaib, sufi atau apapalagi cuma politisi dan partai politik dan semuanya, yang penting semua transaksi kehidupan kamu ada dalam sistem riba mereka.

Jadi ketika kamu menyimpan uang di bank, maka bank dapat meminjamkannya (ditambah riba) 10 kali lipat kepada orang lain, seluruh sistem ini disebut fractional reserve system, yang juga artinya dengan fractional reserve system adalah bank mencetak uang, ketika uang yang kamu simpan diputarkan dalam fractional reserve system maka uang kamu menjadi tidak bernilai 10 kali lipat, sekalipun kamu diberi bunga, tetapi daya beli uangmu menjadi berkurang, berkurang dan terus berkurang (inflasi), sedangkan mereka para bankir semakin kaya, kaya dan semakin kaya dengan bermodal secarik kertas yang disebut uang fiat. Bankir rentenir akan sangat senang ketika kamu atau suatu pemerintahan meminjam uang dalam jumlah yang besar, tentu dengan jaminan aset dan lain lain. 

Fractional Reserve System adalah praktek dimana bank mempertahankan hanya sebagian dari simpanan nasabah sebagai cadangan yang tersedia (mata uang ataudeposito di bank sentral) sebagai kewajiban untuk pembayaran jika ada penarikan dari nasabah. Sisa dana nasabah lainnya digunakan bank untuk melakukan investasi atau pinjaman (kredit) ke pelanggan lain. Sebagian besar dana ini nantinya dideposito kembali ke bank-bank lain, yang memungkinkan pinjaman lebih lanjut. Jika di dalam sistem moneter jumlah bank yang ada tak terhingga banyaknya, maka proses penyaluran pinjaman tersebut berlanjut dengan akselerasi tanpa henti dan menimbulkan dampak multiplier (multiplier effect). Inilah awal proses di mana uang diciptakan oleh bank-bank komersial di seluruh dunia (Mandala Manurung dan Prathama Rahardja, Uang, Perbankan, dan Ekonomi Moneter, Jakarta: Penerbitan FEUI, 2004) h. 22.)

Pola kehidupan yang ditanamkan hari ini oleh sistem dajjal adalah pergi ke sekolah, mencari pekerjaan (menjadi tenaga kerja upahan) atau demi materi hidup senang (work and play), itulah hipnosis, itu menghipnotis orang kebanyakan untuk menjadi tenaga upahan, bekerja keras untuk mengejar uang mainan, membayar pajak, menyimpan uang (fiat), melunasi utang, atau berinvestasi di pasar saham, sampai suatu saat kamu mempertanyakan hal itu, atau kebanyakan kamu akan terus terhipnotis menjadi budak yang dihisap sampai mati agar bisa hidup oleh lintah sistem riba ini, tanpa terasa umur sudah semakin senja, daya sudah tiada dan baru sadar ketika sudah tidak berdaya.

Sesudah kamu terjerumus dalam riba, lalu mereka juga memajaki kamu tidak bertepi. Betapa bodohnya, kenapa kamu masih menyimpan uang di bank? dan kenapa kamu masih terus menggunakan uang fiat ini? kamu semua seperti buih, tidak berdaya atas perbudakan riba itu, Inilah yang terjadi, apakah kamu tidak mempergunakan akalmu? Uang fiat adalah utang riba.

Mungkin kondisi di atas yang dimaksud oleh ayat al-Quran sebagai berikut,

Yā ayyuhallażīna āmanụ lā ta`kulū amwālakum bainakum bil-bāṭili illā an takụna tijāratan ‘an tarāḍim mingkum, wa lā taqtulū anfusakum, innallāha kāna bikum raḥīmā

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu,” (QS An Nisa: 29).

Riba telah membuat kerusakan di seluruh sendi kehidupan, sistem riba tidak hanya merusak yang lahir, tapi juga merusak yang batin (spiritual). 

Tahukah kamu apa yang kita bicarakan di atas berkaitan dengan apa yang terjadi di Palestina, sebuah penjajahan dan penindasan brutal yang dilakukan oleh Zionis Israel, dimana negara Israel ini berdiri sejak deklarasi Balfour, yang di orkestra oleh seorang bankir Yahudi Azkhenazi, bernama Rothschild. (Buku Dinarpedia, Bab 1, halaman 3). 

Jihad kita hari ini adalah memerangi (meninggalkan) riba.

Dalam waktu yang tidak lama lagi uang fiat akan hanya menjadi kedipan angka dilayar ponsel atau tablet kamu, menjadi ‘uang ‘ digital. Baca di buku Dinarpedia, Bab 4- Rekayasa Besar Uang Kertas. Kemana Arah Mata uang Digital dan CBDC, halaman 567.

Sekarang ‘uang’ itu dengan teknologi diinteragasikan dalam apps sistem pembayaran dan alat pembayaran digital (CBDC), mereka bankir rentenir menjual kemudahan pembayaran (dengan riba), dibalik itu adalah kita sedang memberikan informasi perekonomian kepada bankir rentenir yang mana sistem riba itu dikuasai oleh bankir Israel zionist dan sekutunya. Kalau kita ingin membebaskan Palestina, Indonesia dan Dunia Islam, artinya kita harus berhenti bergantung pada sistem riba, bank dan uang fiat. 

“Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya,” (HR Ibnu Majah, hadits No.2278 dan Sunan Abu Dawud, hadits No.3331; dari Abu Hurairah).

Apakah hal ini yang dimaksud oleh hadist Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam?

Comments

Leave a Reply